Berikut ini adalah renungan mini (singkat) yang bisa Anda kirimkan ke rekan atau saudara seiman lain via email, sms atau BBM juga YM untuk menguatkan serta membangun iman mereka.

Mencintai Uang

share this article...
Bookmark and Share

renungan mini:
Salah satu manifestasi dari hati yang menghamba pada uang adalah menimbun uang/kekayaan. Secara halus bisa dikatakan, bahwa seorang penimbun uang adalah seorang penabung yang menjauh dari Tuhan. Mengapa? Karena rasa aman seorang penimbun uang/kekayaan terletak pada besar kecilnya jumlah uang/kekayaan yang ia miliki. Ketika jumlah uang bertambah, rasa aman meningkat, namun bila uang berkurang, rasa aman juga berkurang.
Yang harus kita perhatikan di hari-hari ini, bagaimana posisi/maksud kita ketika menabung. Karena bila tanpa sadar dengan menabung kita menimbun uang, di saat yang sama, kita juga sedang memperbesar ketergantungan serta kecintaan kita pada uang.
(Matius 6:19, Lukas 12:34)

>> baca artikelnya

renungan mini:
Kisah 'pembunuhan murah' dapat kita temui di peristiwa pengkhianatan Yudas terhadap Yesus sang guru. Alkitab mengatakan bahwa Yudas menjual gurunya seharga 30 keping uang perak (sekitar 468 gram perak, sepertiga harga minyak narwastu yang dipakai Maria mengurapi Yesus), jumlah yang terlalu sedikit untuk mengkhianati seorang guru & juruselamat dunia. Iblis sangat bernafsu membunuh Yesus, dan iblis menggerakkan Yudas dengan uang karena di dalam hatinya ada cinta uang. (Cinta uang telah ada dalam hati Yudas dari sejak ia menjadi murid Yesus). Orang yang mencintai uang akan mudah digerakkan oleh uang. 
Cinta uang adalah penyakit hati yang harus sangat 'kita pertimbangkan' untuk segera diobati, apalagi di hari-hari ini. Krisis keuangan nampaknya masih terus meningkat.
(1 Timotius 6:10)


renungan mini:
Orang benar adalah orang yang hidup sesuai hukum Tuhan (firman Tuhan). Orang seperti ini dibenarkan oleh Tuhan karena cara hidup dan perbuatannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan berkat Tuhan hanya akan datang bagi orang yang dibenarkan Tuhan. Mengapa? Karena berkat Tuhan tidak pernah jauh dari firman Tuhan.
Berkat Tuhan bukanlah uang. Namun berkat Tuhan bisa mendatangkan uang. Sayangnya, banyak orang mengarahkan pandangannya hanya pada 'bagaimana mendapatkan uang' bukan pada 'bagaimana menjadi orang benar'.
(Amsal 10:6)

>> baca artikelnya

share this article...
Bookmark and Share

Iman dan Hidup yang Tahan Goncangan

share this article...
Bookmark and Share

renungan mini:
Beberapa orang yang menganut 'berpikir positif', tetap mau berpikir positif tentang situasi hari ini & masa depan keuangan serta ekonomi dunia. Tapi sadar atau tidak, bersikap optimis dan berpikir positif tidaklah sama dengan iman. Iman bukanlah hasil prediksi bedasarkan perhitungan 'ilmiah', dan juga bukan manipulasi batin atau memberikan enerji positif kepada tubuh dengan cara menanamkan pikiran positif ke dalam alam bawah sadar. Iman tidak timbul dalam hati kita dengan cara-cara di atas. Tapi dari mendengar firman Kristus.
Iman merupakan 'produk surga' yang tidak bisa diusahakan manusia, maka carilah Tuhan dengan sepenuh hati, dapatkan firman dari Tuhan di tengah pencarian Anda, dan Anda akan mendapat iman bersama firman tersebut.
(Roma 10:17)

>> baca artikelnya

renungan mini:
Di dalam Alkitab ada banyak prinsip dan pengetahuan tentang bagaimana memulai serta menjalankan bisnis/usaha. Bila prinsip-prinsip tersebut dijalankan maka kita akan memiliki 'rumah' bisnis yang tahan goncangan di masa kini. Dengan kata lain, hanya pengusaha yang bertumbuh dalam iman & ketaatannya pada Firman Tuhan yang akan memiliki rumah bisnis yang tahan goncangan. Maka mereka juga yang akan memancarkan kemuliaan Tuhan di dunia usaha di akhir zaman ini.
(Matius 7:24-25)



renungan mini:
Perlu dipahami, bahwa di dalam Kerajaan Allah ada prinsip-prinsip atau kebenaran yang berlaku. Bila kita telah menerima Kerajaan Allah, maka kita akan tahan goncangan bila kita hidup sesuai prinsip-prinsip atau kebenaran tersebut. Dan kita akan hidup sesuai prinsip-prinsip Kerajaan Allah bila kita mengetahuinya, kita akan mengetahuinya bila kita mencarinya. Kesalahan mendasar yang dilakukan oleh beberapa dari orang percaya adalah kurang mencari kebenaran/prinsip (yang berlaku) di Kerajaan Allah. Kenyataan yang terlihat belakangan ini, banyak orang kristen yang lebih mencari uang ketimbang mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. 
(Ibrani 12:28, Matius 6:33)

>> baca artikelnya

share this article...
Bookmark and Share
 
Converted by Ritesh Sanap | Sponsored by Downloaddeck.com Powered by Giant Themes